Tiga Bocah Jadi Tumbal Pembangunan Tol Soker

KORANJURI.COM – Tiga  bocah yang tenggelam di kubangan galian jalan tol Solo – Kertosono di Dusun Ngasem, Colomadu, Karanganyar, konon sudah ’ di kersake sing mbahureksa’. Hal ini di sampaikan oleh Wiji, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.

Dari penuturanya, pria yang setiap hari bekerja sebagai sopir omprengan Kartasura – Boyolali ini mengatakan, jika lokasi kejadian bagi warga sekitar di anggap wingit, sejak daerah tersebut di gusur untuk pembangunan jalan tol.

Menurut cerita, tempat itu pada jaman dahulu pernah di pakai sebagai pesanggrahan orang orang dari banyu biru di era Kasultanan Pajang.

Di tambahkan oleh Wiji, tak jauh dari lokasi tenggelamnya ketiga bocah, ada sebuah kuburan kuno yang tidak mau dipindah. Kuburan tersebut adalah kuburan ular mbahureksa, yang setiap waktu tertentu seringkali terdengar suara gamelan yang sangat menyejukan sekali larasnya.

‘ Oleh karena itu warga menyebut yang mbahureksa dengan nama ‘mbah Adem Ati ‘ Terang Wiji

Masih lekat dalam ingatanya, ia pernah dilarang oleh saudaranya agar pada saat pembangunan jalan tol di kerjakan, jangan sampai anak anak mendekat di lokasi itu, kenangnya

Sebelumnya di beritakan, tiga bocah masing masing bernama Kian Aji Saputra(9th), Edo Muhammad Rifai ( 8th) dan Raka ( 7th) di temukan tewas tenggelam di galian proyek pembangunan jalan tol Soker di daerah Ngasem Colomadu.

Pada saat di temukan, ketiga bocah ini dalam keadaan telungkup di dalam air sedalam sekitar 1,5 meter pada Sabtu malam  ( 28/5/2016). Dari keterangan warga di ketahui, jika ketiga korban masih kerabat satu sama lain.

Sebelum di temukan di dalam lobang galian, ketiga bocah ini sejak sore sudah di cari kemana mana oleh keluarganya namun tak jua ditemukan. Sampai akhirnya, Joko Widodo, ketua RT yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian meminta tolong kepada orang pintar di dusun Bolon dan di ketahui, jika ketiga bocah itu masih di kersakse sing mbahureksa.  

Dari orang pintar itu di ketahui, jika jasad ketiga bocah berada di lokasi pembangunan jalan tol.

Setelah mendengar keterangan dari orang pintar, warga lantas mengambil sebatang bambu dan mencarinya di dalam lobang galian jalan tol sedalam 1,5 meter. Alhasil, bambu yang di pakai untuk mencari korban di dalam air patah, karena tersangkut tubuh korban.

‘ Pada saat ditemukan jasad ketiga bocah itu dalam keadaan biru, anehnya meski sudah berjam jam berada di dalam air tetapi perutnya tidak melembung serta masih berada di dasar ’ Pungkas Wiji / Jk

 

 

 

Please follow and like us:
1
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

soloraya koranjuri

FREE
VIEW