TPID, Mou Bawang Merah HarapkanTekan Inflasi Di Soloraya

KORANJURI.COM-  Peran  Bank Indonesia dalam menjaga dan memelihara kestabilan nilai tukar rupiah salah satunya dengan cara mengendalikan laju  inflasi di dalam negeri. Dalam konteks menjaga inflasi di dalam negeri, Bank Indonesia perlu menjalin kerjasama dengan instansi lain.

‘Karena inflasi bukan hanya fenomena moneter, tetapi non moneter juga sangat  mempengaruhi laju inflasi ‘ Jelas  Bandoe Widiarto, Deputi Operasional Bank Indonesia perwakilan Surakarta pada saat mengelar rapat teknis TPID ( Tim Pengendali Inflasi Daerah ) dan penandatanganan Mou kerjasama antar daerah, antara Asosiasi Bawang Merah  Brebes dengan Distributor Bawang Merah di Surakarta yang berlangsung di ruang Sabha Karya Darma gedung Bank Indonesia Surakarta pada hari Senin ( 21/3/16).

Rapat teknis Tim Pengendali Inflasi Daerah  dan penandatanganan Mou di saksikan langsung oleh Wakil Walikota Solo H.Purnomo, Deputi Direktur BI Surakarta, Setda kota Solo, Asosiasi Bawang Merah, para petani se Soloraya, Distributor Bawang Merah Pasar Legi dan para pejabat di Bank Sentral Perwakilan Surakarta.

Dalam Mou ber nomor: 009/ABMI/NAS/II/2016 terjalin kerjama kesepakatan antara Asosiasi Bawang Merah di Brebes dengan Distributor Bawang Merah Pasar Legi, menyangkut distribusi di Pasar Legi dan menjaga ketersediaan stok bawang merah di pasaran.

‘ Diharapkan dengan adanya Mou bisa memotong mata rantai distribusi yang berbelit belit dari asosiasi bawang merah ke distributor Pasar Legi. Dengan cara ini harga bawang merah berada di kisaran harga 30rb perkilo akan bisa turun.’ Kata Bandoe Widiarto

Ditambahkan Badoe, tingginya harga Bawang Merah di pasaran  akan membuat harga kebutuhan lain turut merangkak naik, seperti halnya  harga Bawang Putih dan Cabe di Soloraya yang  sekarang sudah mulai merangkak naik. Di kuatirkan jika kenaikan tersebut  tidak segera di kendalikan, akan menambah laju inflasi di Soloraya.

‘ Jika pada bulan kemarin Soloraya mengalami deflasi, untuk bulan Maret tahun ini diperkirakan akan terjadi inflasi sekitar 0,1 – 0,3%’ Terang  Deputi Direktur Bank Indonesia Perwakilan Surakarta.

Rapat bulanan Tim Pengendali Inflasi Daerah yang baru pertama kali di hadiri oleh Wakil Walikota Surakarta H.Ahmad Purnomo, juga akan membahas keikutsertaan TPID Surakarta ke lomba TPID Nasional.  Keikut sertaan TPID menurut Badoe bukan tanpa alasan, pasalnya TPID Soloraya mampu menjaga angka inflasi di tahun 2015 cukup rendah

Sementara itu dalam sambutanya Wakil Walikota Solo mengatakan, salah satu faktor yang memicu Inflasi  adalah  distribusi  produsen ke konsumen.  Oleh sebab itu menurut Wakil Walikota, harus di buat jalur khusus distribusi sehingga pasokan bawang merah di pasaran lancar. Urai Wakil Walikota Purnomo

Dalam kerjasama antara Asosiasi Bawang Merah dan Distributor Bawang Merah Pasar Legi Solo, di uji cobakan juga bibit Bawang Merah jenis Bima dari Brebes yang akan di berikan kepada para petani di Soloraya untuk di tanam di daerah mereka masing masing.

‘Harapanya  dengan menanam Bawang Merah jenis Bima di Soloraya, stock pasokan Bawang Merah akan semakin aman di pasaran’ Pungkas Bandoe Widiarto/ Jk

Please follow and like us:
1
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

soloraya koranjuri

FREE
VIEW