Kebebasan Seni Masyarakat Papua Pukau Penonton Dalam Pesta Budaya ‘Fabriek Fikr’

KORANJURI.COM – ‘Kreatifitas Tanpa Batas‘, demikian dikatakan oleh Sardono W. Kusuma, selaku koreografer pesta budaya bertajuk ‘Fabriek Fikr ‘ yang digelar selama tiga hari dari tanggal 20-22 November 2015 di bangunan bekas pabrik gula Colomadu Karanganyar.

Bangunan kuna yang dibuat pada tahun 1861 semasa pemerintahan Mangkunegara IV , oleh Sardono dibikin seolah menjadi hidup dengan adanya seni happening art di dalam bekas bangunan pabrik. Mesin giling raksasa yang mangkrak menjadi ajang para penari berkreasi. Tidak saja berada di satu titik lokasi, para penari secara bergantian mengekspresikan kebebasan berkarya seni menyatu dengan pabrik gula Colomadu.

Tembok pabrik bangunan yang roboh juga menjadi ajang para seniman mengekpresikan karya seni happening art. Beberapa kamar mesin yang ada di dalam bangunan pabrik gula disulap menjadi ajang pemutaran film yang mempertontonkan berbagai kumpulan film berdurasi puluhan jam. Film film tersebut di buat oleh Sardono bersama dengan teman sejawatnya yang mengambil lokasi di berbagai belahan dunia.

Baca Juga: Bekas Pabrik Guka Dijadikan Ajang Pesta Budaya ‘Fabriek Fikr’

“Film ini diambil dari berbagai peristiwa dan kejadian besar yang ada di seluruh dunia,” Terang Sardono.

Pada penampilan perdana, sekaligus mengawali acara pembukaan pesta seni ‘Fabriek Fikr’, para seniman dan masyarakat papua yang didatangkan langsung dari Papua, berekpresi melalui karya seni menyatu dengan mesin giling tebu yang ada di dalam bekas pabrik gula Colomadu. Para penonton disuguhi karya natural masyarakat adat Papua hingga membuat para tamu terkesima dengan penampilanya.

Bagi Sardono, keikutsertaan masyarakat adat Papua dalam pesta rakyat bertajuk ‘Fabriek Fikr’ ini memang bukan tanpa alasan. Karena bagi dia, dalam keseharian masyarakat adat Papua selalu mengekspresikan kreatifitas karya seni. Bahkan menurut Sardono, gaya penampilan pakaian adat masyarakat papua mampu menjadi cermin para desainer muda menghasilkan karya karya mereka.

Jud

Please follow and like us:
1
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

soloraya koranjuri

FREE
VIEW