Mudrik, Mukernas PPP Tidak Lebih Dari Mukernas Abal Abal

KORANJURI.COM- “Jauh api dari panggang ‘ .Demikian di katakan Suryanto, sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Jawa Tenggah pada saat memberikan keterangan pers di hadapan para awak media minggu(28/2), menyikapi hasil Mukernas IV (24-25/2) yang baru saja selesai di selenggarakan di Jakarta.

Harapan islah Partai berlambang Ka’bah tersebut aku Suryanto masih jauh dari asa. Meski rapat musyawarah kerja nasional sudah di gelar di internal partai PPP untuk menyusun materi dan menggelar Muktamar VIII tepat waktu, tetapi rapat Mukernas di Jakarta sama sekali tidak membuahkan hasil apa apa.

Dikatakan Suryanto, dasar diselenggarakanya Mukernas IV di Jakarta adalah SK Menkumham No. 03 yang menghidupkan kembali kepengurusan hasil Muktamar VII yang pernah di gelar di kota Bandung. Hal itu bertujuan agar dua kubu yang tengah berseteru di internal partai antara kubu Romahurmuzi dan Jan Farid bisa islah dan bersatu kembali.

‘Dari sejak awal Mukernas dibuka sudah kelihatan bahwa dua kubu sulit untuk ‘ Islah bersatu seutuhnya’, seperti dalam slogan Mukernas IV’ Kata Sekretaris DPW PPP Jawa Tengah

Dalam keteranganya Suryanto menganggap, kubu Muktamar Jakarta dalam hal ini kubu Jan Farid merasa tidak di uwongke. Oleh karena tegas Suryanto sekali lagi, harapan untuk islah seutuhnya masih sangat sulit di wujudkan. Suryanto melihat, digelarnya Mukernas tak lepas dari pertimbangan waktu pada bulan Juni yang sudah di lakukan tahapan Pilkada dan Oktober sudah verifikasi Parpol, sehingga membuat Mukernas IV harus segera di selenggarakan.

Akan tetapi menurut Suryanto, dengan meninggalkan pihak yang lain ( kubu Jan Farid ) ia menilai justru semakin membuat dua kubu sulit bersatu.

Sementara itu Mudrik,salah satu tokoh senior PPP yang juga menjabat Majelis Pertimbangan Partai pada saat mendampingi sekretaris DPW PPP Jawa Tengah dalam release pers mengungkapkan, campur tangan Pemerintah yang terlalu dalam di internal PPP, semakin membuat Partai Persatuan Pembangunan berantakan.

Campur tangan tersebut menurut Mudrik, tak lepas dari oknum para tokoh senior di internal PPP. Sebagai tokoh senior PPP, Mudrik menghimbau, agar pemerintah dan para senior PPP di Jakarta tidak memaksakan kehendak dan mencari jabatan sesaat. Mudrik menggangap Mukernas yang di gelar di Jakarta tidak lebih hanya Mukernas abal abal dengan cara arogan.

Sepenuhnya Mudrik tidak menyalahkan Menkumham, tetapi peran para oknum senior di internal PPP juga turut membuat partai PPP semakin terdegradasi dari dunia politik di tanah air. /jk

Please follow and like us:
1
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

soloraya koranjuri

FREE
VIEW