Semrawut, Rekayasa Lalu Lintas Jelang Malam Imlek Di Nilai Gagal

KORANJURI.COM- Rekayasa pengalihan arus lalu lintas Dishubkominfo Kota Solo dan dinas terkait menjelang malam pergantian tahun baru Imlek di nilai gagal. Pasalnya banyak warga yang mengeluhkan kemacetan dan kesemrawutan kawasan Gladak dan Pasar Gede yang menjadi titik pusat perayaan Imlek. Meski seluruh kekuatan  personil dari Dishub dan dinas terkait sudah all out, tetapi kemacetan tetap saja masih terjadi.

Keluhan tidak hanya dirasakan oleh warga yang ingin merayakan Imlek, tetapi para pengguna jalan juga mengeluhkan macetnya arus lalu lintas di sepanjang jalan Slamet Riyadi, mulai dari perempatan Nonongan hingga perempatan Widuran Solo.

Kemacetan dipicu factor kurangnya disiplin para pengguna jalan yang nekad menerobos barikade pembatas jalan di depan Beteng Vastenberg, dan membludaknya pedagang kaki lima di sepanjang Jl.Jenderal Sudirman yang membuat kemacetan semakin bertambah parah.

‘ Pedagang kaki lima tidak boleh berjualan di sepanjang jalan jelang perayaan malam Imlek‘ Kata Baskoro, Kasubdin Lalu Lintas Dishubkominfo pada saat rapat koordinasi perencanaan rekayasa lalu lintas di gedung PMS dengan Ketua Satpol PP, Kepolisian Lalu Lintas Resort Surakarta dan Panitia Solo Imlek menjelang malam Imlek

Tetapi memang  tak dipungkiri, jika malam tahun baru Imlek oleh sebagian warga di pakai untuk mengais rejeki dengan cara berjualan. Kondisi ini hendaknya menjadi perhatian dari dinas terkait, agar ke depan kemacetan dan kesemrawutan tidak terulang lagi. Nyaman bagi yang merayakan, nyaman bagi semuanya. / jd

 

 

 

 

 

Please follow and like us:
0
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

soloraya koranjuri

FREE
VIEW