SIF 2019, Usung Kemajemukan Akulturasi Budaya Jawa – Tionghoa

KORANJURI.COM- Perayaan Imlek yang jatuh pada tanggal 5 Februari 2019 atau tanggal 1 bulan 1 dalam penanggalan Imlek 2570/2019, oleh Pemerintah di jadikan sebagai hari libur nasional.

Imlek tahun ini jatuh pada shio Babi tanah, yang oleh sebagaian besar umat konghucu di percaya akan membawa kemakmuran.

Di kota Solo, tahun baru Imlek di kemas dalam bentuk perayaan tahunan, yang bertujuan sebagai destinasi wisata bertajuk Solo Imlek Festival ( SIF).

Bagi warga keturunan tionghoa di kota Solo, tahun baru Imlek tidak hanya sekedar perayaan religi, tetapi menjadi tempat akulturasi budaya Jawa danTionghoa.

‘ Selaras dengan perayaan Imlek tahun 2019 yang mengambil tema’ Persatuan dalam keragaman’. Kata Sumartono Hadinoto selaku ketua SIF 2019.

Di tambahkan Sumartono, saat berlangsungnya perayaan Imlek di kota Solo, beberapa agenda pariwisata milik Pemkot Solo seperti Solo Grate Sale dan Grebeg Sudiro di gelar pada saat yang bersamaan sebagai cermin kemajemukan dan kebhinnekaan.

Harapanya kedepan tidak hanya menaikan sektor pariwisata di kota Solo, tetapi juga memberikan dampak pada nilai ekonomis di masyarakat.

Khusus untuk perayaan Imlek tahun ini, di gelar bertepatan dengan acara haul Gusdur yang rencananya akan di selenggarakan di kota Solo di hadiri sepuluh ribu santri dan ibu Nuriyah Abdurahman Wahid.

Sejumlah agenda terang Martono telah di susun oleh panitia.

Sejak dari upacara pao oen atau ruwatan, menyalakan lampu lampion di sekitaran komplek pasar gede, Solo Imlek Festival, hingga perayaan cap go meh sebagai acara penutup perayaan tahun baru Imlek.telah di susun oleh panitia perayaan Imlek.

Sementara itu terkait dengan perayaan Solo Imlek Festival yang akan berlangsung pada tanggal 20 -23 Feb 2019 di halaman balaikota kota Solo,

Martono terangkan, terdapat 80 stand yang akan meramaikan SIF 2019.

Masing masing stand akan di tempati aneka ragam kerajinan craft, kuliner, batik fashion, pentas musik, street magician, barongsai, seni tulis kaligrafi aksara china, fortune teller dan sejumlah tenant lainya.

Ada yang unik dalam perayaan Imlek tahun ini, bagi pemilik tiga shio yang berada di atas dan di bawahnya shio babi yaitu shio harimau dan ular harus di ruwat.

‘ Untuk menghilangkan segala keburukan di dalam mengarungi tahun yang akan datang’ Jelas Pendeta Aji Candra

Oleh sebab itu ritual pao oen atau ruwatan kata pendeta Candra, di selenggerakan lebih besar atau istimewa, jika di bandingkan dengan tahun tahun sebelumnya, tutupnya./Jk

Please follow and like us:
1
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
soloraya koranjuri

FREE
VIEW