Bank Mandiri: Industri Kreatif Menjadi Andalan Hadapi MEA

KORANJURI.COM- Head of industri & regional research office of chief economist Bang Mandiri, Deni Ramdhani, menjelaskan prospek pengembangan industri kreatif di Surakarta tahun 2016 masih sangat cerah.

Menurut Dendi, sektor usaha tekstil dan produk tekstil, batik, mebel kayu, rotan, metal dan kerajinan kayu memiliki potensi pengembangan yang tinggi

Sektor ini memiliki potensi penetrasi yang lebih luas ke pasar Asean dan juga negara negara Eropa.

Untuk itu Dendi menekankan, pentingnya para pelaku usaha meningkatkan produksitivitas membuat desaign yg lebih menarik dan kreatif, dengan tehnik marketing dan advertising yang inovatif.

Bagi  Dendi, industri percetakan dan reproduksi media rekaman merupakan dua sektor usaha yang memiliki produktifitas tinggi di Surakarta. Nilai produktivitas di hitung berdasarkan rasio nilai tambah,  di bagi jumlah tenaga produksi itu menunjukan sektor tersebut memiliki nilai Rp135,3juta.  Dendi juga menegaskan,  MEA bukanlah ancaman  tetapi peluang bagi Indonesia untuk meraih pasar Asian, karena Indonesia adalah negara dengan luas wilayah terluas dengan penduduk terbanyak di ASEAN.

Indonesia juga merupakan negara yang memiliki pendapatan domestic bruto (PDB) terbesar di susul Thailand, Malaysia dan Singapura. Indonesia juga merupakan negara tujuan investasi terbesar kedua setelah Singapura di kawasan ASEAN.

‘Industri kreatif memiliki peran sangat strategis bersaing di MEA, karena Indonesia memiliki lebih dari 53juta unit usaha dan memberikan kontribusi PDB sekitar 57%”. Pungkas Dendi/ jk/gd

Please follow and like us:
1
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

soloraya koranjuri

FREE
VIEW