Bekas pabrik gula di jadikan ajang Pesta Budaya ‘Fabriek Fikr’

KORANJURI.COM | Soloraya – Untuk pertama kalinya bekas pabrik gula yang berada di daerah Colomadu Kabupaten Karanganyar, menjadi tempat perhelatan besar karya seni para seniman kondang yang di garap oleh koreografer kawakan Sardono W Kusuma. Menurut Pria kelahiran Solo yang kerap di panggil Mas Don ini,

‘Perhelatan seni budaya bertajuk ‘ Fabriek Fikr ‘ sengaja mengambil lokasi di bekas pabrik gula Colomadu. ‘ Terangnya
Alasanya , Pabrik Gula Colomadu memang sengaja akan di hidupan kembali dengan peristiwa besar seni dan pasar budaya yang massive. Sebuah pertunjukan konseptual yang berangkat dari sejarah awal kebangkitan Solo Raya. Mengingat berdirinya pabrik gula Colomadu pada tahun 1861, menjadi titik awal kebangkitan revolusi ekonomi yang pernah di lakukan oleh Mangkunagara IV pada saat beliau memegang tampuk kekuasaan di Pura Mangkunegaran

Pembangunan pabrik gula Colomadu tidak hanya mampu menopang ekonomi masyarakat ketika itu, namun juga menumbuhkan kesadaran akan berkesenian. Hal ini bisa di buktikan dengan beberapa peristiwa sejarah, ketika para penari srimpi di kirim ke berbagai negara sebagai duta wisata yang mampu mengangkat kesenian Solo di mata dunia.
Sardono melihat, bangunan pabrik gula bukan hanya sebuah pabrik yang memproduksi gula. Tetapi pabrik gula juga mampu melahirkan kreatifitas seni budaya bagi masyrakat sekitar, dengan tumbuhnya budaya pasar malam tradisional cembengan pada saat musim giling tebu tiba.

‘Pasar malam tradisional bukan saja menjadi tempat tumbuhnya kreatifitas berkarya seni, tetapi menjadi embrio industri kreatif di masyarakat yang dekat dengan kehidupan berkesenian.’ Ujarnya

‘ Fabriek Fikr ‘ yang di gelar pada tanggal 20 – 22 November 2015 di dukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar, PTPN IX, Bakti budaya Djarum Foundation, PT.Freeport Indonesia, Institut Kesenian Jakarta, serta para pendukung lainya.’ Kata Sardono dalam release siaran persnya di hadapan para awak media.
Ditambahkan oleh Sardono, pagelaran seni ini di dukung juga oleh masyarakat papua yang akan menampilkan tari kontemporer. Sekaligus menampilkan beberapa karya seni berupa lukisan gigantic, teater tubuh, pembacaan puisi oleh Sapardi Djoko Damono, Fashion dan lighting.

Sementara itu, beberapa sanggar kesenian dari kelompok lesung gondangreja, sanggar kembang gunung lawu, noyogenggong. Sanggar kembang setaman, tari purba gondangreja. Hanacaraka percusion srandil. Sabuk janur ngargoyoso, nglurah tawangmangu, tek tek, lengger cahwati, rodad dan dolanan anak, juga akan turut memeriahkan pesta budaya dalam rangka HUT Kabupaten Karanganyar Ke 98 tahun ini. Pungkasnya / Jud

Please follow and like us:
1
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

soloraya koranjuri

FREE
VIEW