Sambangi Warga Serengan Henry Indraguna,’ Jangan Coblos Caleg Pemberi Amplop ‘

KORANJURI.COM-Minggu siang, (23/12 18 ) Caleg DPR RI Dapil V dari Partai Perindo, K.R.A.T Henry Indraguna, SH, C.L.A, C.I.L sambangi warga Serengan, Solo, dalam acara bazaar sembako murah.

Dalam acara tersebut Henry di temani beberapa artis ibukota di antaranya, Elly Sugigi, Irfan, Dea Imut dan artis artis lainya.

Kedatangan Henry di sambut antusiasme  warga yang ingin mendengarkan pesan serta lantunan suara nyanyian para artis ibukota.

Di hadapan warga Serengan Henry berpesan agar tidak menerima amplop untuk pembelian suara dari para caleg. Selain menyalahi aturan, pihak pemberi dan penerima bisa di jerat undang undang pidana.

Henry meyakini warga Serengan sudah pintar dalam menentukan pilihanya. Tidak gampang begitu saja memilih caleg yang tidak jelas keberadaanya, apalagai selama ini banyak terbukti setelah dipilih dan berhasil duduk di kursi dewan mengunjungi konstituenya saja belum pernah.

Untuk itu masyarakat di pesankan Henry agar bijak serta jangan mudah tergiur iming iming uang lima puluh ribu rupiah.

‘ Lima puluh ribu jangan di ambil, seratus ribu di pikir, dua ratus ribu di ambil tetapi diam diam jangan sampai di lihat orang, jika di lihat bisa menjadi persoalan’ Kelakar Henry kepada warga Serengan

Akan tetapi lanjut Henry, orang yang memberi amplop jangan di pilih, karena jika duduk di kursi dewan ia akan korupsi menukar uang hasil jerih payahnya saat maju menjadi dewan.

Masyarakat kata Henry, harus melek politik dan jelas memilih caleg yang bekerja melayani masyarakat, bukan menjadi pejabat masyarakat.

Selain mengunjungi warga Serengan, di tempat yang berbeda di pasar Nusukan, Henry blusukan mendengarkan aspirasi para pedagang tradisional, serta membuktikan kebenaran tempe setipis kartu ATM.

Hal itu dilakukan karena untuk menepis berita bohong menyangkut pernyataan tempe setipis ATM. Ratusan pasar tradisional selama roadshow sudah dia kunjungi, tetapi belum pernah Henry menemukan tempe setipis kartu ATM.

Di katakan Henry saat blusukan di pasar Nusukan, Solo. Pasar tradisional terbukti lebih murah dari pasar modern, keberadaanya harus di lestarikan.

IMG_20181223_093833

Hanya saja tegas Henry, pasar tradisional harus di benahi dan di tata setara dengan pasar modern, agar mampu bersaing dari segi kenyamanan berbelanja dengan pasar modern.

Penataan tidak harus membebani para pedagang, karena sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah.

‘ Pasar tradisional pelumas roda perekonomian masyarakat, sehingga ramainya warga berbelanja ke pasar tradisional, secara otomatis roda perekonomian di masyarakat akan berputar. Taraf hidup masyarakat meningkat, karena hampr seluruh jenis dagangan di pasar tradisional di hasilkan dari industry masyarakat kecil ‘  Terangnya.

Selama berada di pasar Nusukan Henry membeli tempe dan karak dari pedagang tradisional. / Jk.

Please follow and like us:
1
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

soloraya koranjuri

FREE
VIEW