Tragedi Diksar UII, Sebelum Meninggal Mahasiswa Syaits Asyam Tuliskan Pengakuan di Kertas

KORANJURI.COM – Korban Syaits Asyam, mahasiswa program studi Teknik Industri UII, sebelum meninggal sempat mengaku kepada ibunya ada tindak kekerasan saat mengikuti Diksar. Pernyataan itu ditulis korban saat dalam perawatan di Rumah Sakit di atas selembar kertas.

Namun karena kondisi korban yang semakin melemah akhirnya dilanjutkan oleh ibu korban yang menuliskannya.

“Dalam laporan ke polisi, keluarga Syaits Asyam memberikan pernyatan yang ditulis oleh korban, Syait Asyam,  di selembar kertas berkop rumah sakit dengan tulisan tangan sendiri,” jelas Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak.

Polisi kemudian mengacu pada poin tertulis untuk dijadikan dasar penyidikan dan melakukan olah perkara termasuk menyita barang bukti seperti pakaian korban dan beberapa barang lain yang digunakan untuk melakukan tindak kekerasan.

Polisi masih menunggu hasil dari visum jenasah korban untuk mencari tahu apa yang menjadi sebab dari kematian korban. Karena korban sempat mendapatkan perawatan di dua rumah sakit yang berbeda.

Semula korban mendapat perawatan di RS Bethesda karena sesuatu hal akhirnya dirujuk ke  RSUP dr Sardjito. Sehingga pihaknya juga masih menunggu hasil visum dari dua rumah sakit tersebut.

“Nantinya hasil dari  dua rumah sakit itu akan kita sinkronkan dengan keterangan saksi lainya untuk mengetahui apa sebab kematian korban,” ujarnya.

AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan setelah pihaknya mendapatkan laporan resmi dari keluarga Syaits Asyam, tim khusus yang telah dibentuk langsung diberangkatkan ke Yogyakarta untuk memintai keterangan dari beberapa saksi yang ada dilokasi kejadian.

Setidaknya ada 11 orang saksi yang akan dimintai keterangan. Tak menutup kemungkinan Rektor UII dan yang lainnya juga akan dimintai keterangan.

“Tapi seumpama pihak keluarga tidak melaporkan, kami tetap akan proses. Karena ini merupakan delik absolut (delik murni) diperkuat dengan bukti yang kita temukan di lapangan,” jelas Ade Safri Simanjuntak.

Pedidikan Dasar (Diksar) lereng Gunung Lawu ini rencananya berlangsung selama delapan hari lamanya. Dimulai sejak tanggal 14-22 Januari 2017. Namun, karena dalam Diksar ini ada tiga orang mahasiswa yang menjadi korban, maka Diksar itupun dihentikan dan seluruh mahasiswa yang mengikuti Diksar ditarik kembali ke Yogyakarta.
 
 
Jud

Please follow and like us:
1
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

soloraya koranjuri

FREE
VIEW