Sembilan Tahun Masyarakat Adat Rempang Galang Menunggu Realisasi Sertifikasi Tanah Adat Dari Pemerintah

KORANJURI.COM- Di tengah hiruk pikuk dan hingar bingar warga kota Solo menyambut datangnya malam tahun baru 2017, warga Rempang Galang yang tergabung dalam Himad Purelang ( Himpunan Masyarakat Adat Pulau Pulau Rempang Galang ) justru menyambut datangnya malam tahun baru dengan suasana khidmat dalam doa. Sabtu (31/12).

Dalam doanya, warga Rempang Galang berharap Presiden Joko Widodo senantiasa di beri kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Esa di dalam memipin bangsa dan Negara Indonesia.

Selain mendoakan Presiden Joko Widodo, warga Himad Purelang tak henti hentinya berharap kepada Presiden Jokowi melalui Menteri APR/BPN, agar secepatnya mengeluarkan sertifikat atas tanah adat bagi warga masyarakat di pulau pulau Rempang Galang.

‘Tuntutan masyarakat adat Himad Purelang kepada Pemerintah soal sertifikasi tanah adat di rempang galang memang sudah lama di suarakan. Sudah lebih dari 9 tahun warga menyuarakan tuntutanya kepada Pemerintah’ Tambah Tony W Nasution, koordinator masyarakat adat Himad Purelang

Di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo masyarakat Himad Purelang berharap suara mereka di dengar oleh Presiden. Di tengah gencar gencarnya Pemerintah memberikan sertifikasi gratis kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

Harapan dan doa warga Rempang Galang di malam tahun baru 2017 di gelar di sebuah rumah kontrakan Jl. Pleret Dalam IV Banyuanyar, Solo, sekitar dua ratus meter dari kediaman Presiden Jokowi.

Sudah lima bulan warga Rempang Galang menetap di rumah kontrakan yang tak jauh dari kediaman Presiden Joko Widodo.

‘ Harapanya, dengan mendekat ke kediaman Presdien suara mereka akan cepat di dengar ‘ Terang Tony

Tony percaya, di bawah Pemerintahan Presiden Joko Widodo, suara masyarakat adat Rempang Galang akan di dengar dan di penuhi harapanya.

Ia beralasan, sudah lebih dari lima puluh tahun masyarakat adat Rempang galang mengolah lahan mereka. Bahkan sebelum Batam terbentuk, masyarakat adat yang lebih dulu mengolah lahan di pulau pulau Rempang Galang yang sekarang menjadi bagian dari Batam.

Ironisnya, sejak Batam terbentuk, tanah yang sudah lebih dari lima puluh tahun mereka garap, tiba tiba di akui oleh orang yang mengaku sebagai ahli waris.

‘ ironisnya lagi orang itu bukanlah warga pribumi asli ‘ Tegas Tony prihatin dengan kondisi di daerahnya

Tony mencontohkan, Pantai Melur yang dulu pernah di garap oleh masyarakat adat, tiba tiba diakui oleh orang lain yang mengaku sebagai ahli waris.

Oleh karena itu dengan adanya sertifikasi tanah adat warga Himad Purelang, di harapkan tegas Tony, tanah adat tidak jatuh ketangan orang asing. Sertifikasi juga untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan masyarakat adat di pulau pulau Rempang Galang.

Acara doa bersama warga Rempang Galang yang di hadiri oleh warga sekitar di pimpin oleh ulama Kraton Surakarta Hadiningrat di sertai dengan ujuban nasi tumpeng jajan pasar, sebagai simbol ungkapan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kegiatan religi dimalam tahun baru 2017 bagi warga Rempang Galang, sebagai upaya mengetuk hati Presiden Joko Widodo atas keinginan dan harapan masyarakat adat Himad Purelang di kota Solo yang mewakili 12rb warga dipulau pulau Rempang Galang./ Jk

Please follow and like us:
1
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

soloraya koranjuri

FREE
VIEW