Di Tempat Inilah Kanjeng Ratu Kidul Kerap Berkunjung

KORANJURI.COM – Mitos Panggung Songgobuwono yang di yakini sebagai tempat pertemuan antara Kanjeng Ratu Kidul dengan raja raja Mataram Islam di tanah Jawa seakan akan tak pernah pudar. Hal Tersebut terlihat dari masih banyaknya para  pelaku ritual yang setiap malam Jumat menjalani laku prihatin di Kraton Kasunanan Surakarta untuk sebuah tujuan tertentu.

Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya saat atap panggung Songgobuwono terbakar puluhan tahun yang silam, ada warga yang melihat sinar datang dari arah selatan jatuh di atas atap panggung Songgobuwono hingga menyebabkan atap panggung terbakar.Meski tidak sampai membakar habis, namun paling tidak peristiwa tersebut dianggap sebuah keanehan.

Bangunan yang berbentuk segi delapan dengan tinggi lebih dari lima belas meter ini menjadi saksi bisu sabda Kanjeng Ratu Kidul, yang akhirnya menempatkan raja Pakoe Boewono ke X dan seterusnya sebagai putra wayah, bukan sebagai suami Kanjeng Ratu Kidul.

Alkisah di ceritakan, usai pertemuan Kanjeng Ratu Kidul dengan Sinuhun Pakoe Boewono ke IX di atas Panggung Songgobuwono keduanya kemudian menuruni anak tangga, namun belum sempat mereka menginjakan kaki di pelataran Kraton, Kanjeng Ratu Kidul melihat Malikul Kusno ( nama kecil PB X) tengah bermain di pelataran dan terjatuh.

Dalam kekagetanya Kanjeng Ratu Kidul berkata ‘ Anakku Nggerr” ,  dari tutur kata yang keluar tersebut, maka sabda ratu  menjadi kenyataan. Sejak saat itu, perjanjian keturunan raja raja Mataram Islam yang beristrikan Kanjeng Ratu Kidul berakhir. Sejak dari Pakoe Boewono ke X dan seterusnya, raja raja Mataram Islam tak lagi sebagai suami, tetapi putra wayah Kanjeng Ratu Kidul.

Perjanjian raja raja Mataram Islam dengan penguasa laut selatan bermula pada saat Panembahan Senopati mencari wahyu kanarendran. Meski wahyu kedhaton bumi tanah Jawa tersebut sebenarnya sudah dimiliki oleh Ki Ageng Pemanahan, ayah dari Panembahan Senopati yang secara tidak sengaja memperoleh wahyu gagak emprit dari Ki Ageng Giring III.

Akaan tetapi perjanjian antara Panembahan Senopati dengan Kanjeng Ratu Kidul sebenarnya demi melanggengkan kekuasan Mataram Islam. Dalam perjanjian tersebut para  raja Mataram Islam di tanah Jawa kelak akan menjadi suami Kanjeng Ratu Kidul. Namun dalam perjalananya,  perjanjian tersebut akhirnya pupus di panggung Songgobuwono yang terletak di dalam pelataran Kraton Kasunanan Surakarta

Mitos keberadaan panggung Songgobuwono memang berbeda dengan kajian sejarah yang mengungkap keberadaan panggung semasa kolonial.  Dalam beberapa kajian sejarah terungkap, jika keberadaan panggung Songgobuwono sebenarya di pakai oleh Belanda untuk memantau situasi keamanan di luar kraton.

Anggapan adanya panggung Songgobuwono sebagai tempat pertemuan antara raja Pakoe Boewono dengan Kanjeng Ratu Kidul konon hanyalah mitos yang sengaja di buat oleh Belanda, agar rakyat tidak berani membangun bangunan yang lebih tinggi dari panggung Songgobuwono, karena akan menghalangi pemantauan mereka./jud

 

Please follow and like us:
1
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

soloraya koranjuri

FREE
VIEW