PPDTS-PKL Sriwedari Resah Kemana Mereka Akan Berjualan?


    

KORANJURI.COM-Paguyuban Pedagang Dalam Taman Sriwedari ( PPDTS – PKL ), Senin malam ( 6/8) menggelar silaturahmi dan sarasehan lintas paguban bertempat di joglo Mandala Sriwedari.

Sarasehan yang mengambil tema ” Sriwedari dengan seribu cerita, kemana kita akan di bawa ?, Di hadiri paguyuban paguyuban pedagang di Sriwedari diantaranya, FOKSRI ( Forum Komunitas Sriwedari ), pengurus PASARI ( Paguyuban Pujasari ), PPBS ( Paguyuban Pedagang Buku Sriwedari ), Pengurus Paguyuban Seni dan Budaya Sriwedari dan pengurus Rukun Tetangga, Kalurahan Sriwedari.

Menurut ketua PPDTS – PKL , Agus Saryanto, saresehan sekaligus menjadi ajang paguyuban untuk mengutarakan unek unek dan ngudarasa, menyikapi rencana pembangunan revitalisasi taman Sriwedari yang saat ini tengah berjalan.

Senada dengan Agus, Pembina Foksri, BRMH Kusuma Putra dalam sarasehan mengatakan, PKL tidak hanya menjadi bagian dari Sriwedari yang tak terpisahkan, namun juga memberi warna di dalam Sriwedari.

PkL mampu menyerap tenaga kerja melalui sektor wirausaha.

Paguyuban kaki lima yang tergabung dalam PPDTS – PKL secara umum mendukung program  revitalisasi taman Sriwedari, apalagi dengan adanya pembangunan masjid raya yang di harapkan mampu menjadi destinasy wisata religi di kota Solo.

Akan tetapi kata Kusuma dalam keteranganya, program revitalisasi seharusnya di barengi dengan relokasi para pedagang yang berada di dalam taman Sriwedari.

Agar mereka tetap masih bisa mengais rejeki .

Selama ini di akui oleh pembina FOKSRI, pedagang sama sekali tidak tahu bagaimana kelanjutan nasib mereka  pasca revitalisasi.

“Yang mereka tahu ( para pedagang ), saat pedagang audiens dengan Walikota Solo FX Hadi Rudiyatmo beberapa bulan yang lalu, Pemkot berjanji akan memikirkan nasib para pedagang. Tetapi sampai saat ini mereka tidak tahu kemana akan di pindahkan” Imbuh keteranganya

PPDTS – PKL berharap, mereka di tempatkan di lokasi yang pas dengan usaha mereka. Seniman dan HAMKRI di tempatkan di joglo segaran yang akan di bangun sebagai pusat seni budaya, agar memudahkan para seniman berkreasi, begitupun yang lainya.

Kusuma berharap Pemkot memberikan kejelasan kemana para pedagang di relokasi,  agar tidak menimbulkan keresahan di dalam pedagang /jk

Please follow and like us:
0

    


123

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*