Hanya Orang Ini Yang Di Beri Tugas Merawat Priuk Keramat Milik Jaka Tarub Dan Dewi Nawangwulan


    

Prasasti makam Jaka Tarub di Desa Tarub/foto:koranjuri.com

KORANJURI.COM- Keistimewaan sekaten tahun ini juga bertepatan dengan Grebeg Dal dalam kalender Jawa Sultan Agung Hanyokrokusuma. Dimana dalam acara Grebeg Dal di bulan Mulud, Kraton akan menggelar tradisi adat  ‘ adang dandang sedudo ‘  yang hanya di lakukan setiap delapan tahun sekali.

‘Adang dandang sedudo ‘ adalah tradisi menanak nasi dengan menggunakan periuk sedudo.’ Terang GPH Dipokusuma, putra PB XII yang menjabat Pengageng Parentah Kraton Kasunanan Surakarta di lingkungan Kraton.

Dandang Sedudo adalah periuk milik Dewi Nawangwulan dan Jaka Tarub yang dulu di pakai untuk menanak nasi.

Di dalam legenda Jaka Tarub di kisahkan, Dewi Nawangwulan menanak nasi hanya dengan seuntai padi. Sehingga lumbung padi yang berisi padi tidak akan pernah habis. Tetapi setiap kali Dewi Nawangwulan menanak nasi, ia selalu berpesan kepada Jaka Tarub untuk tidak membuka periuk.

Baca: 24 November 2017, Mengawali Perayaan Sekaten Di Kraton Solo

           Dandang Sedudo Milik Jaka Tarub Akan Di Pakai Menanak Nasi Dalam Acara Grebeg Dal Di Kraton Solo

Rasa penasaran keinginan tahunya terus berkecamuk, setiap kali Dewi Nawangwulan istrinya menanak nasi. Sampai akhirnya pada suatu ketika Jaka Tarub nekat membuka periuk nasi dan dilihatnya di dalam periuk hanya seuntai padi.  Mengetahui suaminya melanggar larangan, Dewi Nawangwulan pasrah. Ia harus bekerja keras menumbuk padi setiap kali akan menanak nasi.

Pekerjaan tersebut semakin membuat isi padi  di dalam lumbung habis. Hingga suatu waktu Dewi Nawangwulan melihat pakaian bidadari miliknya ada di dalam lumbung padi. Pakaian tersebut rupanya di sembunyikan oleh Jaka Tarub pada saat jatuh hati kepada Dewi Nawangwulan. Harapanya agar Dewi Nawanngwulan tidak bisa kembali ke kahyangan.

Dalam legenda di kisahkan, jika keturunan Jaka Tarub dan Dewi Nawangwulan kelak akan menjadi raja raja  tanah Jawa. Terbukti Ki Ageng Pemanahan putra Ki Ageng Henis yang tak lain cucu Jaka Tarub berhasil membangun tahta Mataram Islam pertama kali di tanah Jawa.

Turun temurun dandang Sedudo milik Dewi Nawangwulan dan Jaka Tarub di simpan oleh raja raja Mataram Islam. Setiap delapan tahun sekali dandang tersebut di pakai untuk menanak nasi dalam tradisi grebeg dal oleh raja raja Mataram di dalam kraton.

Tugas merawat periuk secara khusus di berikan kepada Nyi Gondoroso. Pada prosesi ‘ Adang ‘ dalam acara Grebeg Dal tahun 2017 oleh PB XIII , Nyi Gondoroso lebih dulu akan menggelar ritual siraman atau jamasan priuk.

Pemberian mandat  merawat priuk kepada Nyi Gondosoro terjadi era Amangkurat di Kraton Kartasura .  Pada saat pecah pemberontakan Kartasura, Nyi Gondoroso berhasil menyelamatkan priuk keramat milik leluhur raja raja Mataram. Atas jasanya tersebut, Nyi Gondoroso kemudian di beri mandat merawat Dandang Sedudo .

Sampai saat ini tugas merawat terus di lakukan oleh mereka yang memperoleh kekancingan atau nama gelar Nyi Gondoroso dari Kraton ./Jk

 

Please follow and like us:
1

    


123

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*