Jadikan Taman Hiburan Rakyat Destinasi Wisata Dan Hiburan Murah Bagi Warga Kota Solo


    

gerbang taman sriwedari

KORANJURI.COM- Menjadi kota bisnis budaya dan pariwisata terbesar di Jawa Tengah, Solo harus memiliki penunjang destinasy wisata sebagai kerangka pembangunan kota di masa depan.

Kian hari  Solo kian bertambah padat, seiring dengan lajunya pertumbuhan penduduk di perkotaan.

Padatnya jumlah penduduk perkotaan  di sadari betul oleh Pemerintah kota Solo,  karenanya Pemkot Solo gencar melakukan pembangunan infrastruktur di segala bidang untuk menyeimbangkan kondisi kota dengan warganya.

Pembangunan kota tidak hanya  menambahan ruas jalan, drainase, membangun kawasan wisata, seni dan budaya di beberapa titik wisata seperti taman Jurug, Balekambang dan Sriwedari. Tetapi  Pemkot Solo juga harus melestarikan potensi wisata dan hiburan yang sudah ada seperti pertunjukan Wayang Orang, Ketoprak Balekambang dan Taman Hiburan Rakyat Sriwedari ( THR )

Bagi masyarakat perkotaan, THR adalah warung alternative hiburan murah. Karena hanya dengan uang lima belas ribu rupiah masyarakat bisa di hibur oleh musik, tari, kesenian dan aneka ragam pesona mainan anak anak dan dewasa.

Selama tiga puluh tahun lebih Taman Hiburan Rakyat Sriwedari turut berperan membangun kota Solo melalui jasa hiburan dan pariwisata. THR juga memberi income pendapatan daerah setiap bulan yang nilainya relative cukup lumayan, dari hasil pajak hiburan dan uang sewa lahan ke Pemerintah Kota Solo.

‘ Setiap bulan uang sewa lahan THR ke Pemkot Solo terus mengalir ‘ Kata HRD Taman Hiburan Rakyat Sriwedari dalam keteranganya.

Tetapi sejak Sriwedari akan di revitalisasi akhir tahun 2017, kelanjutan hidup THR sampai kini belum ada kepastianya. Pemerintah kota Solo memberi alternative lahan sewa untuk THR di kawasan taman Jurug dengan biaya sewa satu milyar per empat tahun. Tetapi kepastian kelanjutan sewa lahan setelah empat tahun, Pemkot tidak bisa menjamin kelangsunganya.

Terpisah, tokoh masyarakat kota Solo yang juga pembina FOKSRI ( Forum Komunikasi Masyarakat Sriwedari ) Kusuma Putra mengatakan, keberlangsungan Taman Hiburan Rakyat menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Solo.

Kusuma beralasan, dengan tidak adanya Taman Hiburan Rakyat maka akan ada pengangguran baru di kota Solo. Ratusan pekerja menggantungkan hidup dari Taman Hiburan Rakyat Sriwedari. Ketiadaan THR lambat laun juga akan mematikan bisnis musik di kota Solo, utamanya para musisi  kota Solo.

‘ THR tempat berkreatifitas para seniman dan musisi. THR hiburan murah bagi warga kota Solo di tengah modernisasi jaman yang kian bertambah maju ‘ Kata Kusuma menyoal keberadaan THR di waktu yang akan datang.

Keberlangsungan Taman Hiburan Rakyat lanjut Kusuma, bisa dilakukan oleh Pemkot Solo sendiri dengan cara membangun Taman Hiburan Rakyat milik Pemkot yang ramah anak, modern, murah, serta menjadi lahan berkreasi para seniman dan musisi kota Solo.

Pembangunan THR bisa di lakukan melalui biaya APBD atau investor. Membangun THR secara otomatis akan menyediakan lapangan pekerjaan baru  bagi masyarakat kota Solo.

‘ Sedangkan sistem pengelolaanya bisa dilakukan murni oleh Pemkot Solo, menjalin kerjasama dengan pihak swasta ataupun di kelola secara mandiri oleh pihak swasta.’ Kata ketua FOKSRI menandaskan

Dia menambahkan, lahan  yang di tawarkan Pemkot Solo sebagai lahan pengganti Taman Hiburan Rakyat di  Jurug di nilai kurang strategis, karena berada di pinggir kota. Solusi lain katanya, pembangunan THR bisa di lakukan di sekitaran taman Balekambang yang pengelolaanya berada langsung di bawah kendali UPTD Balekambang.

Solusi lahan di sekitar Balekambang kata Kusuma, akan mampu meramaikan Balekambang  yang selama ini sepi dari kunjungan wisata.

‘Selain bersebelahan dengan stadion Manahan dan pasar depok, pembangunan Taman Hiburan Rakyat di sekitar  Balekambang secara otomatis akan menciptakan lapangan kerja baru untuk warga sekitar. ‘ Papar Kusuma dalam alasanya.

Masih menurut pemaparanya, menyatukan taman kreasi dengan taman hiburan akan menjadi  destinasi wisata baru yang di miliki oleh Pemkot Solo.

Dengan dibangunya Taman Hiburan Rakyat di sekitar Balekambang, maka  pemerataan destinasi wisata tidak tersentral di pusat kota yang selama ini identik dengan Kraton Solo dan Mangkunegaran. Pungkasnya ./ Jk.

 

 

Please follow and like us:

    


123

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*