GARUDA-RI Siapkan Peti Mati: Koruptor Layak Di Hukum Di Neraka Jahanam


    

KORANJURI.COM- Gerakan Rakyat Indonesia Untuk Darurat Anggaran Republik Indonesia ( GARUDA-RI ), Kamis ( 23/3/2017 ) menggelar aksi demo di bundaran Gladak, Solo, menyerukan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) untuk mengusut tuntas seluruh pihak yang di duga terlibat dalam kasus korupsi mega proyek e-KTP tahun 2010.

Aksi yang di ikuti kurang lebih seratus lima puluh orang tersebut, GARUDA-RI menyatakan dukunganya kepada KPK agar tidak segan menangkap para anggota DPR-RI, pejabat eksekutif dan korporasi yang di duga sudah menikmati bancakan uang haram hasil korupsi mega proyek e-KTP.

‘ Aksi ini sebagai bentuk dukungan moril kepada KPK, bahwa rakyat berdiri di belakang KPK dalam mengusut tuntas kasus mega proyek e-KTP ’ Terang Kusuma Putra di dampingi wakilnya Wisnu Tri Pamungkas.

Dia menambahkan, kasus mega proyek e-KTP tidak hanya merugikan keuangan Negara, tetapi dampak yang di timbulkan dari skandal mega korupsi tersebut membuat rakyat menderita. Rakyat kesulitan mengurus surat administrasi, jaminan social, dan segala urusan kependudukan akibat  belum rampungya pembuatan e-KTP.

‘ Padahal sekarang ini segala urusan administrasi Negara, kependudukan dan jaminan social, semuanya harus memakai ktp elektronik ‘ Imbuhnya

GARUDA-RI menilai, kerugian kasus korupsi pada proyek e-KTP di anggap paling besar sepanjang sejarah korupsi di Indonesia. Besar tidak hanya pada nilai kerugian keuangan Negara, tetapi dampak dari korupsi tersebut langsung menyentuh seluruh lapisan masyarakat, dari tingkat atas sampai bawah.

Di katakan, kerugian keuangan Negara akibat kasus mega proyek e-KTP sangat fantastis. Dari total nilai anggaran sebesar 5,9triliun,  34 persen di antaranya di duga mengalir kesejumlah pihak di eksekutif, anggota DPR-RI periode 2009-2014 dan para korporasi untuk fee proyek e-KTP.

Meski anggaran itu kata Kusuma, sudah di kurangi pajak sekitar 11,5 persen, tetapi nilai kerugianya relatif masih sangat fantastis. Di duga Negara di rugikan lebih dari 2,5 triliun.

Selama ini orang orang besar yang di duga turut menikmati uang haram proyek e-KTP pandai bersilat lidah. Mereka hanya tebar pesona di hadapan rakyat, menganggap dirinya bersih dan suci, padahal bukti keterlibatanya di duga sangat kuat.

GARUDA-RI meminta agar KPK segera menangkap orang orang besar yang di duga terlibat jika telah memiliki cukup alat bukti. Jangan sampai KPK dianggap takut  karena menangkap setelah pensiunan dari jabatan.

GARUDA-RI menyerukan kepada para aktifis anti korupsi yang ada di pusat maupun di daerah, para mahasiswa dan seluruh BEM di Indonesia, agar mendukung KPK dalam menuntaskan kasus kasus besar korupsi yang selama ini masih belum terselesaikan, khususnya pada kasus mega proyek e-KTP.

‘ Jika pengadilan Negara tidak mampu mengadili para koruptor, GARUDA-RI berharap pengadilan Tuhan menghukum orang orang korupsi yang telah menyengsarakan rakyat  ‘ Tegas Kusuma dalam keteranganya.

Sebagai symbol kematian para koruptor, pada pendemo membawa keranda mayat dan peti mati beserta dengan seluruh kelengkapan upacara penguburan mayat sebagai bukti kesiapan rakyat menunggu kematian para koruptor.

Rakyat berharap para koruptor di beri hukuman yang setimpal. Tidak hanya hukum dunia, tetapi juga hukuman akhirat.

‘ Para koruptor layak di tempatkan di neraka jahaman, karena tidak hanya melanggar hukum negara tetapi juga hukum agama karena menyengsarakan rakyat .’ Pungkas  Kusuma pada demo Kamis siang./ jd

 

Please follow and like us:

    


123

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*